Wednesday, 13 March 2013

If you don't like where you are

“If you don't like where you are, move! You're not a tree!” -Anonymous-

Kalau kamu nggak suka tempat kamu berada sekarang, pindah! Kamu bukan pohon. Kantor, kampus, kamar, kota tempat tinggal, kalau kamu nggak suka, pindah! Karena alasan apapun, asalkan nggak merugikan, dan bisa memberikan kelebihan dan manafaat ketika kamu pindah, bergerak, berubah.

Faktanya, banyak yang nggak lebih baik dari seekor cacing yang nggak punya tangan ataupun kaki. Ketika cacing diletakan di atas plat atau lempengan kaca, lalu bagian bawah kacanya diberi api supaya panas, apa yang dilakukan si cacing? Nggak, dia nggak beteriak, apa lagi marah-marah, yang dilakukan cacing adalah menggelliat dan berpindah, mencari tempat yang lebih sejuk dan nggak panas. Beda sama (beberapa) manusia, yang kalau dikasih tekanan atau ketidaknyamanan, cuma teriak-teriak, dan ngeluh terus-menerus tanpa melakukan apa-apa. Udah tau nggak nyaman, udah tau nggak suka sama keadaan yang ada, tapi cuma marah-marah, bukannya pindah, berusaha, dan move on supaya dapet keadaan yang lebih baik. Nggak banget deh, disamain sama cacing, apa lagi kalau ternyata cacing lebih baik.

Well, move on itu emang nggak gampang, dan berkata-kata seperti ini pun nggak semudah kenyataan yang dilakukan, tapi ada yang udah pernah nyoba untuk move on? Dalam hal apapun? Pernah nggak sih bosen terus-terusan jadi nomor 2 atau nomor 3 atau nomor sekian dibelakang? Pernah nggak sih capek terus-terusan melakukan sesuatu yang nggak memberikan perubahan yang cukup baik? Dan yang terpenting, pernah nggak sih mencoba untuk pindah, move, berubah, jadi lebih baik tentunya. Supaya keluar dari labirin yang membingungkan tanpa alasan dan tujuan yang jelas.

Kita nggak akan pernah tau kalo kita nggak mau mencoba, saya nggak pernah tau kalo saya nggak pernah mencoba, saya nggak pernah tau saya bisa sampai paragraf ke-4 ini kalo saya nggak mencoba untuk bangun dan nulis diwaktu-waktu  mau tidur jam 12 malam kayak gini. Kita semua nggak akan tau kalo nggak nyoba.

Banyak yang bilang, kalo mau melakukan sesuatu, akan lebih mudah kalo pake target. Banyak quotations ataupun pesan yang berhubungan sama target, mulai dari yang berupa tanda tanya; “Apa goal kamu dalam hidup?” Atau juga; “Orang hidup harus punya cita-cita, Kalo nggak punya target / cita-cita berarti nggak hidup.” dan masih banyak lagi. Dan memang sebenernya kalo ada target, apapun kegiatannya akan terasa lebih pasti dan terarah. Gimana kalau emang nggak (belum) punya target? Ya coba cari target, coba pastiin goalnya, mulai dari target-target kecil, sampai goal besar dalam hidup. Supaya (mudah-mudahan) lebih terarah dan terasa nggak sia-sia, nggak nyia-nyiain hari senin, selasa, rabu, sampai senin lagi tau-tau seminggu, sebulan, dan setahun tanpa ada hasil yang keliatan, cuma tambah tua tahun demi tahun. Walaupun ada yang bilang, jalanin aja day by day, nikmatin dan enjoy, itu juga nggak salah kalo emang nyaman. Asalkan jalaninnya pake semangat dan senyum, bukan pake penyesalan dan kebingungan hari demi hari.

Apapun yang dilakukan, bagaimana pun caranya, untuk mencapai apa pun itu, asalkan niatnya benar, asalkan tujuannya baik, asalkan usahanya maksimal, asalkan do'anya tidak pernah putus, insya Allah pasti dimudahkan.

Memang perlu momentum yang berkali-kali lipat lebih besar untuk memulai melakukan sebuah aksi atau sebuah pekerjaan. Jangan bilang nggak bisa, jangan bilang susah. Kita nggak tau kalo kita nggak pernah mencoba.

Sekian, selamat malam dan selamat tidur. :)

13 comments:

  1. Hiks, berasa diomelin deh baca ini :'(

    ReplyDelete
  2. Ia, berasa ditampar malah. :(
    Kalo saya sih lebih milih untuk tetap di tempat yang meskipun kita gak nyaman di tempat itu, karena kita manusia diberi kemampuan untuk beradaptasi. Nyaman dan tidak nyaman toh itu hanya sebuah nafsu yang datang dari dalam diri kita, IMO. Dengan syarat dan ketentuan yang berlaku tentunya, sama seperti Masbroh deh ujungnya. :D

    ReplyDelete
  3. Baca kalimat pertama postingan ini, passss banget aku yg udah kepengen pindah kosan dan udah liat2 kontrakan -,-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha. Selamat hunting kontrakan. :D

      Delete
  4. Aku bersyukur pernah berada di dalam keadaan di mana seharusnya aku bisa pindah tetapi aku tetap berada di situ. Sekarang aku bisa lebih mengerti bagaimana cara untuk bertahan, mensyukuri keadaan, dan arti sebuah perjuangan.
    Sangat setuju dengan paragraf ke-7 dan 8. Ketika kita sudah pernah mengalami hal yang buruk, di kemudian hari pasti akan optimis untuk melakukan yang lebih baik. Karena hal yang tidak disukai saja sudah bisa dilewati, mengapa hal yang kita sukai justru menyerah dan putus asa? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, pasti ada hikmah untuk setiap keputusan yang kita ambil. hehe. :)

      Delete
  5. Kalo misal kita berada di suatu tempat yang membuat kita tidak nyaman tapi ternyata ada orang ditempat tersebut yang mendapat manfaat dari kita..
    mana yang lebih baik, menjadi 'pohon tinggi yang rindang' yang menaungi orang2 yang berteduh di bawahnya? Atau pergi keluar dari tempat itu untuk mendapatkan apa yang dia inginkan? apa itu sebuah bentuk keegoisan?
    Which one is better in your opinion?

    *ayoo jawab nung :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu beda konteks lagi nung, case-nya bisa disesuaikan. Dan untuk mengambil keputusannya sebaiknya se-objektif mungkin. hehe. :)

      Delete
  6. yup. move on!
    pada apa saja yang membawa diri menjadi seseorang yang lebih baik.



    ReplyDelete
  7. Ini hampir sama konsepnya dari "out from the comfort zone" nggak sin? Kalo gw justru lagi ngerasa "nyaman" dan "aman" banget, sampe-sampe akhirnya nggak mau "pindah" karena takut di luar sana lebih nyeremin dari apa yang gw bayangin sebelumnya.. Life isn't that easy emang yah.. Huft :|

    Berarti lo kenal Rama juga dong yaa?? Hehehe dunia sempiiit! :D
    Maaf lahir batinnn :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kenal, hehe,

      Maaf lahir batin juga yaaa :)

      Delete

komentar disini: