Tuesday, 27 September 2011

Extra-O

Gue suka merhatiin orang-orang disekeliling gue, yang gue kenal ataupun nggak, melihat mereka lebih lama, memerhatikan mereka lebih detail, mendengar mereka lebih seksama, bahkan sampai memikirkan dan membayangkan mereka, yang akhirnya kadang tanpa sengaja gue suka menyimpulkan apakah seseorang yang ada dihadapan gue itu orang baik atau orang jahat.

Disekeliling kita banyak orang pinter, orang keren, orang lucu, orang asing. Disamping itu, beberapa menganggapnya aneh.

Untuk kata aneh, gue lebih suka bilang ‘beda’ dari pada ‘aneh’. Maksudnya aneh bukan karena orang itu emang aneh alias ganjil, tapi aneh lebih ke seseorang yang unik dan beda. Entah pola pikirnya yang cerdas, cara berkompetisi dilingkunganya, gaya sehari-harinya yang khas dan menyenangkan, atau cara hidupnya yang bikin orang lain kagum.

Beda sama aneh yang beneran aneh, kayak misalnya doyan makan pizza pake kecap, makan sayur asem pake kecap, makan coklat diolesi kecap, sampe minum susu pun dicampur kecap, pokoknya apa-apa serba kecap deh. Itu baru aneh! Dan itu bukan gue!

Extra-O for Ordinary, Every ordinary people is Extraordinary.

Si A punya sifat yang cool dan menyenangkan, itu yang bikin dia jadi luar biasa. Si B pinter membangun komunikasi dan punya gaya yang unik, itu yang bikin dia jadi luar biasa. Si C doyan makan eskrim pake saos sambel, itu yang bikin dia jadi orang aneh. Eh?!

Setiap orang itu luar biasa, karena setiap karakter yang berbeda mempunyai kelebihan yang membuat sesorang jadi luar biasa.

Keluarbiasaan itulah yang bikin orang lain harusnya kagum dan suka. Bukan malah keluarbiasaan itu bikin seseorang jadi minder dan ngerasa aneh.

Tergantung bagaimana seseorang mengenal dan mampu menempatkannya.

Nggak sedikit orang yang sedikit-sedikit marah (berarti pemarah), atau sedikit-sedikit berantem (berarti petarung), atau yang sedikit-sedikit menyendiri (berarti penyendiri), atau juga yang sedikit-sedikit sedih (berarti melanklonis), atau ada lagi yang sedikit-sedikit galau (berarti abege, lho?!).

Padahal kalo aja gue, dan kita semua, tahu cara menempatkan ‘kelebihan’ itu pada tempatnya, mungkin kita bisa tahu betapa luar biasanya kita.

Misalnya yang suka marah. Karena marah lebih identik dengan semangat yang meluap-membludak, maka kalo semangat itu bisa ditempatin buat memperbesar gravitasi mimpi seseorang, nggak menutup kemungkinan kan buat kita jadi lebih mudah untuk mencapai cita-cita kita.

Misalnya yang lain yang gampang sedih. Kalo aja nggak cuma menutup kesedihan pada diri sendiri, tapi juga membagi perasaan kepada sekeliling yang memang dalam keadaan kurang beruntung, mungkin aja kan bisa bikin kita jadi lebih peka terhadap sekeliling.

Walupun memang nyata tak seindah kata, dan tindakan tak semudah opini, tapi seenggaknya minimal bisa berusaha buat bisa mengaplikasikan semua itu. Yang nantinya kalo udah bisa belajar menempatkan ‘ke-luarbiasa-an’ itu, mungkin seseorang akan lebih mudah mencapai keinginannya, secara otomatis dan secara nggak langsung –– kata mas donny dhirgantoro –– kaki akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata akan menatap lebih lama dari biasanya, dan semangat akan bertahan lebih lama dari biasanya, untuk mencapai sebuah harapan, untuk membuat orang-orang disekitar kita bangga dan kagumdan terinspirasi.

 -For you all, the extraordinary people-

11 comments:

  1. berarti gue extraordinary dalam hal galau :D

    ReplyDelete
  2. Eih...jadi malu diperatiin... *kedap-kedip*

    ReplyDelete
  3. gimana kalo disebut antik aja? hehee

    ReplyDelete
  4. jangan takut buat jadi aneh. Kita bukan aneh, tapi spesial xDD

    ReplyDelete
  5. klo aku sih kayaknya gak masuk extra-o hehehe masuk o aja ordinary hehe :p

    ReplyDelete
  6. @millati indah: piss lovee and galau! haha. kacau.

    @dewi fatma: bisa aja mba dewi ini.

    @sang cerpenis: bisa bisa.

    @[L]ain: setuju deh.

    @ria nugroho: setiap orang bebas memilih. ;)

    ReplyDelete
  7. gw tau tuh orang yang makan pizza pake kecap, makan sayur asem pake kecap pokoknya serba kecap, dia anak buahnya Mas Donny Dhirgantoro kan? hehehheee
    mau itu kelakuan kita aneh, yang penting kita bisa jadi diri kita sendiri, dan itu yang bikin kita unik :) hehehehhee

    ReplyDelete
  8. @Shally: yep. be yourself even you're no body. :D

    ReplyDelete

komentar disini: